Produsen Kaos Kaki Bandung Jawa Barat

Anda Sedang mencari Produsen Kaos Kaki, Sungguh Beruntung Sekali Anda Berada di Website yang Tepat, Sekarang Bagaimana Anda menyikapinya, Banyak Sekali Kaos Kaki yang Kami Produksi Setiap hari, Menggunakan Model dan Desain yang Berbeda, Serta Variasi bahan dan Warna Menjadi Pilihan Anda.

Kaus kaki diabetes adalah kaus kaki yang dirancang khusus yang membantu mencegah borok kaki pada penderita diabetes. Kaus kaki ini mengontrol kelembaban, yang membantu mengurangi risiko infeksi kaki. Mereka dibuat dengan kain bebas kerut dan mulus yang mengurangi tekanan pada kaki, sehingga dapat mencegah lecet. Kaus kaki yang longgar meningkatkan aliran darah dan juga membantu mereka yang menderita neuropati atau kerusakan saraf.

Kaus kaki diabetes: perawatan kaki

Menurut American Orthopedic Foot and Ankle Society, penderita diabetes harus sangat berhati-hati dengan kesehatan kaki mereka. Karena sebagian besar penderita diabetes mengalami neuropati atau kerusakan saraf, yang menyebabkan hilangnya sensitivitas tubuh, mereka mungkin tidak menyadari beratnya cedera. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, karena penderita diabetes juga lebih rentan terhadap infeksi. Karena penderita diabetes juga menderita sirkulasi darah yang buruk, respons tubuh terhadap kerusakan kulit juga terganggu.

Kaus kaki diabetes: karakteristik

Kaus kaki biasa terbuat dari wol atau kapas 100%, yang terlalu banyak memeluk kaki, mengurangi sirkulasi darah. Lapisannya yang tebal juga bisa bergesekan dengan kaki Anda, menyebabkan kapalan dan lepuh berkembang. Kaus kaki diabetes, di sisi lain, diproduksi dengan kombinasi serat akrilik, nilon, katun dan elastis. Bahan-bahan ini menjaga kaki tetap kering dan dingin serta meningkatkan kenyamanan pengguna. Kaus kaki ini menjaga kulit tetap kering dengan menghilangkan kelembaban dari kulit pengguna.

Pilih kaus kaki diabetes yang tepat

Yang terbaik adalah berkonsultasi dengan ahli penyakit kaki sebelum menentukan kaus kaki yang benar untuk penderita diabetes. Kaus kaki diabetes terbaik memiliki bagian atas elastis dan tidak terbuat dari kapas dengan sifat antimikroba. Ini juga tidak mengikat, yang memungkinkan sirkulasi darah berjalan dengan lancar. Penderita diabetes dapat memilih kaus kaki ekstra lebar jika terjadi edema berlebihan.

Kaus kaki ini tidak terlihat berbeda dari kaus kaki normal dan tersedia dalam varietas yang berbeda, seperti betis atau potongan rendah. Meskipun kaus kaki ini memiliki warna berbeda, lebih baik memakai kaus kaki putih jika ada luka terbuka. Pastikan kaus kaki pas dengan baik tanpa batasan.

Disini Kami adalah vendor sekaligus pabrik kaus kaki yang sudah sangat berpengalaman mengerjakan berbagai brand kaus kaki.

Jika anda berminat memesan atau ingin membuat kaus kaki bisa langsung hubungi kami di WA 081383777896 Produsen Kaos Kaki

Read More

Simak Cara Mengatasi Perikarditis Berikut

Hasil gambar untuk perikarditis

Ina-ecg.com

Perikarditis merupakan adanya pembengkakan dan peradangan di perikardium jantung. Perikardium adalah dua lapis selaput yang berisis cairan dimana cairan tersebut menyelimuti bagian luar jantung. Perikardium berfungsi untuk menahan jantung di tempatnya, melumasi jantung dan melindungi jantung dari infeksi serta penyakit lain. Umunya, perikarditis adalah penyakit yang akut. Penyakit ini terjadi selama beberapa bulan selama peradangan. Peradangan bisa terjadi lagi setelah beberapa tahun kemudian. Kasus yang dialami penderita biasanya masih ringan dan mudah diobati. Tetapi peradangan memiliki resiko untuk terjadinya luka dan penebalan di perikardium sehingga fungsi jantung bisa juga terganggu. 

Sebelum mengetahui cara mengatasi perikarditis, sebaiknya Anda mengenal apa saja tanda dan gejala dari penyakit perikarditis. Penyakit ini bisa dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu perikarditis akut dan kronis. 

Perikarditis akut

Peradangan akan terjadi kurang dari 3 minggu apabila penyakit perikarditis termasuk jenis yang akut. Gejala yang terjadi yaitu rasa sakit yang membuat dada terasa ditusuk di bagian belakang tulang dada dan kiri dada. Rasa sakit dan nyeri mungkin terus menjalar ke bagian leher dan bahu kanan. Kondisi ini akan semakin parah saat batuk, berbaring atau menarik nafas mendalam. Kondisi ini sulit dibedakan saat seseorang mengalami serangan jantung.  

Perikarditis kronis

Gejala dan tanda pada perikarditis kronis akan terjadi lebih lama dan sulit untuk hilang dan terjadi lebih dari 3 bulan. Peradangan yang terjadi di selaput jantung kronis berhubungan dengan inflamasi kronis di tubuh. Kondisi ini menyebabkan adanya penumpukan cairan di sekitar jantung (efusi perikardium). Nyeri dada adalah gejala yang paling sering terjadi. Tanda dan gejala dari perikarditis meliputi : 

  • Batuk kering
  • Demam
  • Rasa sakit yang menusuk
  • Rasa sakit yang menjadi semakin parah
  • Nafas pendek
  • Jantung berdetak tidak beraturan
  • Tubuh melemah dan lebih mudah lelah
  • Pembengkakan di bagian kaki atau perut

Beberapa faktor resiko yang bisa memicu seseorang mengalami perikarditis yaitu :

1.Usia

Seseorang dengan usia 20 sampai 50 tahun lebih rentan mengalami penyakit ini. Sehingga, bagi Anda yang berada di usia ini, Anda memiliki faktor resiko untuk mengalami penyakit ini. 

2.Jenis kelamin

Penyakit perikardisis lebih rentan dan biasanya dialami oleh laki – laki daripada perempuan. 

3.Memiliki penyakit inflamasi

Penyakit inflamasi seperti rheumatoidd arthritis, systemic lupus erythematosis (SLE) dan skleroderma yang dialami oleh seseorang juga membuat dirinya rentan mengalami penyakit perikardosis. 

4.Menderita penyakit-penyakit tertentu

Penyakit tertentu juga menjadi faktor resiko dari perikarditis yaitu HIV/AIDS, TBS dan kanker. Masalah metabolisme contohnya gagal ginjal, hipotiroidisme dan hiperkolesterolemia bisa menyebabkan terjadinya peradangan perikardium. 

5.Mengalami cedera akibat kecelakaan

Jika Anda pernag mengalami kecelakaan dan menimbulkan cedera, resiko untuk mengalami peradangan juga semakin besar. 

6.Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Beberapa jenis obat – obatan bisa memperbesar peluang untuk menderita penyakit ini contohnya phenytoin (obat anti kejang), warfarin, heparin (untuk mengencerkan darah), serta procainamide (obat untuk debar jantung yang tidak normal) .

Untuk mendiagnosis perikarditis, beberapa pemeriksaan fisik biasanya dilakukan secara menyeluruh. Pemeriksaan dengan stetoskop akan mendeteksi perikarditis dengan adanya suara gesekan di perikardium. Beberapa tes tambahan perlu dilakukan untuk membuat tes lebih akurat, seperti : 

1. Elektrokardiogram (EKG)

Kable dan elektroda akan dipasang di tubuh untuk mengukur aktivitas listrik jantung

2. X-ray

Cara mengatasi perikarditis dengan diagnosis x-ray akan menganalisis ukuran dan bentuk jantung. Jika jantung membesar, penumpukan cairan pada perikardium mungkin terjadi. 

3. Ekokardiogram

Gelombang suara digunakan pada tes ini dengan frekuensi tinggi berfungsi untuk menghasilkan gambar dari jantung dan memperlihatkan penumpukan cairan di perikardium. 

4. Computerized tomography (CT scan)

CT scan menghasilkan gambar yang lebih mendetail dibandingkan dengan X-ray. CT scan juga bisa membedakan adanya penyebab lain dari nyeri dada yang dialami penderita. 

5. Magnetic resonance imaging (MRI scan)

Medan magnet dan gelombang radio digunakan pada teknik ini. Hasilnya berupa foto jantung dari berbagai sudut MRI juga bisa menunjukkan adanya perubahan di ukuran perikardium. 

Sumber :

www.webmd.com

www.hellosehat.com

www.mayclinic.com

Read More